Langsung ke konten utama

Seorang personel TNI menendang salah satu Aremania saat Tragedi Kanjuruhan

  Sumber foto Detikcom Malang - Video seorang personel TNI menendang salah satu Aremania saat Tragedi Kanjuruhan viral di media sosial. Aksi ini mendapat sorotan dari berbagai pihak. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman pun buka suara. Dudung mengatakan, personel yang melakukan tindakan kekerasan lebih sedikit dibanding yang berupaya membantu korban. "Justru lebih banyak yang menolong dan mengevakuasi (Korban tragedi Kanjuruhan) sampai ke RS itu rata-rata anggota kami," ujarnya kepada wartawan usai menjenguk korban Tragedi Kanjuruhan di RSSA Malang, Kamis (6/10/2022). Menurutnya, beberapa personel TNI yang melakukan tindakan kekerasan saat tragedi Kanjuruhan disebabkan karena terpancing emosi. Pihaknya juga telah melakukan penyelidikan terkait hal itu. Dudung juga menyampaikan, akan memberikan penghargaan kepada anggota TNI Batalion Zipur V yang telah membantu memberikan pertolongan korban saat tragedi Kanjuruhan. "Kami akan memberikan pengha...

Arkhan Kaka Kini Jadi Juru Gedor Timnas U16 Indonesia, Karena Sempat Dicoret saat Seleksi


 (MALANG) - Striker timnas U16 Indonesia, Arkhan Kaka Putra Purwanto, ternyata sempat dicoret ketika mengikuti seleksi pada Mei 2021.


Hal itu disampaikan Bima Sakti seusai timnas U16 Indonesia mengalahkan Filipina 2-0 pada laga pertama Grup A Piala AFF U16 2022, Minggu (31/7/2022) malam WIB.


Bintang kemenangan timnas U16 Indonesia atas Filipina ada Arkhan Kaka.


Striker berusia 14 tahun itu terlibat langsung dalam dua gol timnas U16 Indonesia.


Gol pertama timnas U16 Indonesia yang tercipta pada menit ketiga memang tercatat sebagai bunuh diri bek Filipina, Jared Alexander.

Namun, bunuh diri Jared Alexander tidak lepas dari peran Arkhan Kaka. Jared Alexander melakukan bunuh diri karena salah mengantisipasi umpan silang mendatar Arkhan Kaka.


Tepat pada menit ke-37, Arkhan Kaka sukses mencatatkan namanya di papan skor. 


Arkhan Kaka mencetak gol lewat tendangan kaki kanan dari dalam kotak penalti setelah memanfaatkan umpan silang.


Seusai laga, Bima Sakti menceritakan seluk beluk Arkhan Kaka.


Bima Sakti menyebut bahwa Arkhan Kaka adalah putra dari mantan striker timnas Indonesia dan Persija Jakarta, Purwanto Suwondo.


Dalam keterangannya, Bima Sakti juga menceritakan bagaimana perjuangan Arkhan Kaka bangkit setelah sempat dicoret dari seleksi timnas U16 Indonesia.

"Arkhan Kaka ini pemain kelahiran 2007. Dia sudah berjanji kepada saya bahwa dia harus lebih hebat dari bapaknya (Purwanto Suwondo)," kata Bima Sakti.


"Bapaknya Arkhan Kaka itu mantan striker timnas. Arkhan Kaka sempat dicoret saat seleksi awal pada bulan Mei 2021. Dia ketika itu dicoret dalam seleksi yang diikuti 169 pemain," ujar Bima Sakti.


"Namun, Arkhan Kaka ternyata berhasil bangkit. Ketika membela tim Elite Pro Academy (EPA) Bhayangkara FC, Arkhan Kaka berhasil menjadi top skor," ucap mantan pemain Persema Malang itu menambahkan.


Lebih lanjut, Bima Sakti juga berharap Arkhan Kaka tidak cepat puas dengan penampilannya mengingat usianya masih sangat muda.


Menurut Bima Sakti, Arkhan Kaka berpeluang besar menjadi striker andalan timnas Indonesia di masa depan.

"Arkhan Kaka masih berproses. Semua pemain di sini juga masih berproses. Saya meminta semua pemain untuk tetap rendah hati, tidak cepat puas dan banyak belajar lagi," ujar Bima Sakti.


"Arkhan Kaka ini punya prospek cerah," kata Bima Sakti menambahkan.


Kemenangan atas Filipina membuat timnas U16 Indonesia kini menempati peringkat kedua klasemen Grup A dengan koleksi tiga poin.


Koleksi poin timnas U16 Indonesia sebenarnya identik dengan Vietnam yang duduk di puncak klasemen Grup A.


Namun, timnas U16 Indonesia harus duduk di peringkat kedua karena kalah selisih gol dari Vietnam.


Pada laga pertama Grup A, timnas U16 Vietnam sukses mencukur Singapura dengan skor telak 5-1.


Selanjutnya, timnas U16 Indonesia dijadwalkan menghadapi Singapura pada laga kedua Grup A Piala AFF U16 2022, Rabu (3/8/2022).

Editor: Jessica Pratama 

Komentar