Langsung ke konten utama

Seorang personel TNI menendang salah satu Aremania saat Tragedi Kanjuruhan

  Sumber foto Detikcom Malang - Video seorang personel TNI menendang salah satu Aremania saat Tragedi Kanjuruhan viral di media sosial. Aksi ini mendapat sorotan dari berbagai pihak. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman pun buka suara. Dudung mengatakan, personel yang melakukan tindakan kekerasan lebih sedikit dibanding yang berupaya membantu korban. "Justru lebih banyak yang menolong dan mengevakuasi (Korban tragedi Kanjuruhan) sampai ke RS itu rata-rata anggota kami," ujarnya kepada wartawan usai menjenguk korban Tragedi Kanjuruhan di RSSA Malang, Kamis (6/10/2022). Menurutnya, beberapa personel TNI yang melakukan tindakan kekerasan saat tragedi Kanjuruhan disebabkan karena terpancing emosi. Pihaknya juga telah melakukan penyelidikan terkait hal itu. Dudung juga menyampaikan, akan memberikan penghargaan kepada anggota TNI Batalion Zipur V yang telah membantu memberikan pertolongan korban saat tragedi Kanjuruhan. "Kami akan memberikan pengha...

Yey Google Sudah Daftar PSE Dan Tidak Jadi Diblokir Oleh Kominfo

 


(MALANG) - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkapkan, Google dan YouTube sudah mendaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE), sehingga tidak jadi diblokir.




Diketahui, Google memiliki sejumlah layanan seperti Search Engine, Maps, hingga YouTube.




Terkait hal ini, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani, mengatakan bahwa Google telah mendaftarkan sejumlah platform atau layanannya.


Hal tersebut dipaparkan dalam konferensi pers, Kamis (21/7/2022), di mana berlangsung secara luring dan daring.




“(Google) Mendaftarkan empat lagi tambahan. Sekarang mereka mendaftarkan YouTube, Search Engine, Playstore, dan Google Maps,” kata Semuel.




Dia menjelaskan, sebelumnya Google juga telah mendaftarkan layanannya yang masuk ke dalam PSE Domestik, yaitu Google Cloud.


“Memang PT Google Cloud itu ada di domestik, PT-nya ada di sini, bangunannya juga ada di sini, mereka memang PT lokal, PT Google Cloud Indonesia,” ujarnya.




Di kesempatan yang sama, Semuel juga mengungkapkan alasan adanya kebijakan tersebut.




“Ini adalah bagian daripada kita menjaga ruang digital kita lebih kondusif, lebih aman dan nyaman, agar masih banyak kegiatan masyarakat yang dilakukan di ruang digital, dan akan mengangkat ekonomi digital kita,” ungkap dia.


Editor: Timitom OFC 

Komentar