Langsung ke konten utama

Seorang personel TNI menendang salah satu Aremania saat Tragedi Kanjuruhan

  Sumber foto Detikcom Malang - Video seorang personel TNI menendang salah satu Aremania saat Tragedi Kanjuruhan viral di media sosial. Aksi ini mendapat sorotan dari berbagai pihak. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman pun buka suara. Dudung mengatakan, personel yang melakukan tindakan kekerasan lebih sedikit dibanding yang berupaya membantu korban. "Justru lebih banyak yang menolong dan mengevakuasi (Korban tragedi Kanjuruhan) sampai ke RS itu rata-rata anggota kami," ujarnya kepada wartawan usai menjenguk korban Tragedi Kanjuruhan di RSSA Malang, Kamis (6/10/2022). Menurutnya, beberapa personel TNI yang melakukan tindakan kekerasan saat tragedi Kanjuruhan disebabkan karena terpancing emosi. Pihaknya juga telah melakukan penyelidikan terkait hal itu. Dudung juga menyampaikan, akan memberikan penghargaan kepada anggota TNI Batalion Zipur V yang telah membantu memberikan pertolongan korban saat tragedi Kanjuruhan. "Kami akan memberikan pengha...

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy meminta warga di wilayah Donetsk timur untuk evakuasi


(MALANG) - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy meminta warga di wilayah Donetsk timur untuk evakuasi. Di mana lokasi tersebut menjadi tempat pertempuran sengit dengan Rusia.
Dilansir reuters Minggu (31/7/2022), dalam pidatonya di televisi larut malam, Zelenskiy mengatakan ratusan ribu orang yang masih berada di zona pertempuran di wilayah Donbas yang lebih besar, yang berisi Donetsk serta wilayah tetangga Luhansk. Dia memerintahkan warganya untuk pergi.

"Semakin banyak orang meninggalkan wilayah Donetsk sekarang, semakin sedikit orang yang akan dibunuh oleh tentara Rusia," katanya, seraya menambahkan bahwa penduduk yang pergi akan diberikan kompensasi.

Secara terpisah, media domestik Ukraina mengutip Wakil Perdana Menteri Iryna Vereshchuk yang mengatakan evakuasi perlu dilakukan sebelum musim dingin dimulai karena pasokan gas alam di kawasan itu telah hancur.

"Banyak yang menolak pergi tapi tetap harus dilakukan," kata Zelensky.

"Jika kamu memiliki kesempatan, tolong bicara dengan mereka yang masih berada di zona pertempuran di Donbas. Tolong yakinkan mereka bahwa itu perlu untuk pergi," lanjutnya.

Sebelumnya pada hari Sabtu, militer Ukraina mengatakan lebih dari 100 tentara Rusia telah tewas dan tujuh tank hancur dalam pertempuran di selatan pada hari Jumat, termasuk wilayah Kherson yang menjadi fokus serangan balasan Kyiv di bagian negara itu dan mata rantai utama di Moskow.

Editor: Timitom OFC 

Komentar