Sumber foto Detikcom Malang - Video seorang personel TNI menendang salah satu Aremania saat Tragedi Kanjuruhan viral di media sosial. Aksi ini mendapat sorotan dari berbagai pihak. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman pun buka suara. Dudung mengatakan, personel yang melakukan tindakan kekerasan lebih sedikit dibanding yang berupaya membantu korban. "Justru lebih banyak yang menolong dan mengevakuasi (Korban tragedi Kanjuruhan) sampai ke RS itu rata-rata anggota kami," ujarnya kepada wartawan usai menjenguk korban Tragedi Kanjuruhan di RSSA Malang, Kamis (6/10/2022). Menurutnya, beberapa personel TNI yang melakukan tindakan kekerasan saat tragedi Kanjuruhan disebabkan karena terpancing emosi. Pihaknya juga telah melakukan penyelidikan terkait hal itu. Dudung juga menyampaikan, akan memberikan penghargaan kepada anggota TNI Batalion Zipur V yang telah membantu memberikan pertolongan korban saat tragedi Kanjuruhan. "Kami akan memberikan pengha...
(MALANG) - Para pemimpin Austria menyerukan persatuan nasional setelah seorang dokter yang menghadapi ancaman pembunuhan dari aktivis anti vaksinasi dan ahli teori konspirasi pandemi virus corona, mengakhiri hidupnya sendiri.
"Mari kita akhiri intimidasi dan ketakutan ini. Kebencian dan intoleransi tidak memiliki tempat di Austria kita," kata Presiden Alexander Van der Bellen.
Dia memuji Lisa-Maria Kellermayr sebagai dokter yang mengabdi untuk menyembuhkan orang, melindungi mereka dari penyakit, dan mengambil pendekatan yang hati-hati terhadap pandemi.
"Tetapi beberapa orang marah dengan ini. Dan orang-orang ini membuatnya takut, mengancamnya, awalnya di internet dan kemudian juga secara langsung, langsung dalam praktiknya," ujar Van der Bellen.
Jenazah dokter itu ditemukan di kantornya di Austria pada Jumat (29/7). Semasa hidup, dia sering hadir dalam wawancara di media tentang upaya memerangi pandemi virus corona dan mempromosikan vaksinasi.
Media mengutip jaksa yang mengatakan pihaknya telah menemukan catatan bunuh diri dan tidak merencanakan autopsi.
Bulan lalu, Austria membatalkan rencana untuk memperkenalkan kewajiban vaksinasi COVID-19 untuk orang dewasa, dengan mengatakan tidak mungkin tindakan itu akan meningkatkan salah satu tingkat vaksinasi terendah di Eropa Barat.
Puluhan ribu orang telah turun di jalan dalam protes rutin terhadap lockdown tahun lalu dan rencana kewajiban vaksinasi, dengan menyoroti kesenjangan sosial atas langkah-langkah kesehatan masyarakat yang dialami banyak negara.
Namun kematian dokter---yang menurut asosiasi dokter Austria mencerminkan tren ancaman yang lebih luas terhadap staf medis---mengejutkan negara itu.
"Kebencian terhadap orang tidak bisa dimaafkan. Kebencian ini akhirnya harus dihentikan," kata Menteri Kesehatan JohannesRauch.
Editor: Snowy Ramadhani
Sumber: AntaraNews

Komentar
Posting Komentar
Berkomentar lah dengan bijak dan sopan