Langsung ke konten utama

Seorang personel TNI menendang salah satu Aremania saat Tragedi Kanjuruhan

  Sumber foto Detikcom Malang - Video seorang personel TNI menendang salah satu Aremania saat Tragedi Kanjuruhan viral di media sosial. Aksi ini mendapat sorotan dari berbagai pihak. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman pun buka suara. Dudung mengatakan, personel yang melakukan tindakan kekerasan lebih sedikit dibanding yang berupaya membantu korban. "Justru lebih banyak yang menolong dan mengevakuasi (Korban tragedi Kanjuruhan) sampai ke RS itu rata-rata anggota kami," ujarnya kepada wartawan usai menjenguk korban Tragedi Kanjuruhan di RSSA Malang, Kamis (6/10/2022). Menurutnya, beberapa personel TNI yang melakukan tindakan kekerasan saat tragedi Kanjuruhan disebabkan karena terpancing emosi. Pihaknya juga telah melakukan penyelidikan terkait hal itu. Dudung juga menyampaikan, akan memberikan penghargaan kepada anggota TNI Batalion Zipur V yang telah membantu memberikan pertolongan korban saat tragedi Kanjuruhan. "Kami akan memberikan pengha...

Pendapatan Turun, Twitter Menyalahkan Elon Musk

 


(PORTAL SURABAYA, MALANGNET) - Twitter Inc menyebutkan pendapatan iklan digital mereka turun karena masalah akuisisi dengan Elon Musk belakangan ini.


Pendapatan iklan Twitter baru-baru ini sebesar 1,08 miliar dolar Amerika Serikat, di bawah perkiraan Wall Street senilai 1,22 miliar dolar AS, menurut Refinitiv IBES, dikutip dari Reuters, Minggu.


Pendapatan kuartal kedua 2022 juga di bawah ekspektasi, yaitu 1,18 miliar dolar AS antara lain berasal dari layanan berlangganan. Dibanding tahun lalu, jumlahnya 1,19 miliar dolar AS.


Analis memperkirakan pendapatan Twitter pada kuartal kedua menembus 1,32 miliar dolar.


"Twitter sekarang dalam posisi tidak bisa meyakinkan pengiklan bahwa bisnis iklan tetap kuat terlepas seperti apa nanti perseteruan dengan Musk di pengadilan," kata analis dari Insider Intelligence, Jasmine Enberg.


Twitter sedang menuntut Elon Musk karena membatalkan tawaran membeli perusahaan senilai 44 miliar dolar AS. Sidang kasus ini dijadwalkan berlangsung mulai Oktober.


Ketidakpastian ini membuat para pengiklan khawatir dan menimbulkan kekacauan di dalam perusahaan.


Pada kuartal ini, Twitter menyatakan jumlah akun bot dan sampah berada di bawah 5 persen. Angka tersebut mereka sebutkan sejak 2013.


Musk menjadikan jumlah akun bot dan sampah sebagai alasannya mundur dari kesepakatan bisnis tersebut. Bagi Musk, Twitter menyembunyikan jumlah sebenarnya.

Editor: Tim Portal Surabaya 

Komentar