Langsung ke konten utama

Seorang personel TNI menendang salah satu Aremania saat Tragedi Kanjuruhan

  Sumber foto Detikcom Malang - Video seorang personel TNI menendang salah satu Aremania saat Tragedi Kanjuruhan viral di media sosial. Aksi ini mendapat sorotan dari berbagai pihak. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman pun buka suara. Dudung mengatakan, personel yang melakukan tindakan kekerasan lebih sedikit dibanding yang berupaya membantu korban. "Justru lebih banyak yang menolong dan mengevakuasi (Korban tragedi Kanjuruhan) sampai ke RS itu rata-rata anggota kami," ujarnya kepada wartawan usai menjenguk korban Tragedi Kanjuruhan di RSSA Malang, Kamis (6/10/2022). Menurutnya, beberapa personel TNI yang melakukan tindakan kekerasan saat tragedi Kanjuruhan disebabkan karena terpancing emosi. Pihaknya juga telah melakukan penyelidikan terkait hal itu. Dudung juga menyampaikan, akan memberikan penghargaan kepada anggota TNI Batalion Zipur V yang telah membantu memberikan pertolongan korban saat tragedi Kanjuruhan. "Kami akan memberikan pengha...

Polisi Kembali Menangkap Dua Orang Pelaku Penembakan Terhadap Istri Anggota TNI Di Semarang


 (JATENG, MALANGNET) - Polisi kembali menangkap dua orang pelaku penembakan terhadap istri anggota TNI di Semarang. Dengan demikian, seluruh pelaku berjumlah 4 orang yang terekam CCTV telah ditangkap.

Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar membenarkan hal tersebut. Dia menyampaikan total empat pelaku yang beraksi di lapangan sudah ditangkap.


"Empat tersangka pelaku lapangan," kata Irwan

Polisi juga telah mengamankan dua motor yang dipakai pelaku saat beraksi. Selain itu, satu senjata api (senpi) dan empat buah amunisi juga diamankan.


"Dua ranmor (kendaraan bermotor), sarana kejahatan, satu senpi, empat amunisi," jelasnya.


Diberitakan sebelumnya, polisi awalnya menangkap S selaku eksekutor penembakan. Setelah S, polisi lalu mengamankan AG di Demak sebelum akhirnya menangkap sisa pelaku lainnya.


Untuk diketahui, ada empat orang pelaku yang terekam kamera CCTV saat kejadian. Disebutkan ada dugaan aktor intelektual atau yang menjadi otak dalam aksi tersebut.

Editor: Tim Malangnet Jateng

Komentar