Langsung ke konten utama

Seorang personel TNI menendang salah satu Aremania saat Tragedi Kanjuruhan

  Sumber foto Detikcom Malang - Video seorang personel TNI menendang salah satu Aremania saat Tragedi Kanjuruhan viral di media sosial. Aksi ini mendapat sorotan dari berbagai pihak. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman pun buka suara. Dudung mengatakan, personel yang melakukan tindakan kekerasan lebih sedikit dibanding yang berupaya membantu korban. "Justru lebih banyak yang menolong dan mengevakuasi (Korban tragedi Kanjuruhan) sampai ke RS itu rata-rata anggota kami," ujarnya kepada wartawan usai menjenguk korban Tragedi Kanjuruhan di RSSA Malang, Kamis (6/10/2022). Menurutnya, beberapa personel TNI yang melakukan tindakan kekerasan saat tragedi Kanjuruhan disebabkan karena terpancing emosi. Pihaknya juga telah melakukan penyelidikan terkait hal itu. Dudung juga menyampaikan, akan memberikan penghargaan kepada anggota TNI Batalion Zipur V yang telah membantu memberikan pertolongan korban saat tragedi Kanjuruhan. "Kami akan memberikan pengha...

(Pemkot Jakbar) berupa meningkatkan minat masyarakat untuk mengikuti program Jakpreneur


(JAKARTA, MALANGNET) - Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) berupa meningkatkan minat masyarakat untuk mengikuti program Jakpreneur.

"Kita berusaha mempromosikan Jakpreneur karena kita punya target per semester," kata Sekretaris Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah, saat ditemui di kawasan Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat.

Saat ini, lanjut Iin, capaian jumlah warga yang mengikuti program Jakpreneur hanya mencapai 20 persen per Juli.

Padahal pihaknya mempunyai target mengikutsertakan warga dalam program Jakpreneur sebanyak 200.000 orang per kecamatan selama lima tahun.

Walau demikian, Iin tidak menjelaskan berapa jumlah total warga yang sudah mengikuti program Jakpreneur di wilayah Jakarta Barat.

Program Jakpreneur atau pelatihan usaha ini dilakukan oleh beragam suku dinas terkait seperti Suku Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi, Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian, Suku Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUMKM), Suku Dinas Sosial, Suku Dinas Pariwisata Ekonomi dan Kreatif (Parekraf) dan beberapa pihak lainya.

Pelatihan yang dilakukan di antaranya melatih warga menjadi pengusaha makanan, minuman, penyedia jasa hingga kerajinan tangan.

Dari Suku Dinas yang menggelar program Jakpreneur, Suku Dinas Parekraf menjadi satu satunya Suku Dinas yang tidak mempunyai Kepala Satuan Pelaksana (Kasatlak) di setiap kecamatan.

Hal tersebut yang menyebabkan informasi tentang Jakpreneur ke masyarakat di setiap kecamatan tidak maksimal.

"Kita akui jembatan komunikasinya kurang optimal. Kalau Sudin yang lain kan ada Kasatlak dan Kasatpel, kalau pariwisata yang enggak ada," jelas Iin.

Untuk menanggulangi hal ini, Iin membuka kesempatan bagi Suku Dinas Parekraf Jakarta Barat untuk berkomunikasi dengan jajaran Dinas Parekraf guna penggandaan petugas Kasatlak di kecamatan.

Editor: Tim Malangnet Jakarta

Sumber: AntaraNews

Komentar