Langsung ke konten utama

Seorang personel TNI menendang salah satu Aremania saat Tragedi Kanjuruhan

  Sumber foto Detikcom Malang - Video seorang personel TNI menendang salah satu Aremania saat Tragedi Kanjuruhan viral di media sosial. Aksi ini mendapat sorotan dari berbagai pihak. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman pun buka suara. Dudung mengatakan, personel yang melakukan tindakan kekerasan lebih sedikit dibanding yang berupaya membantu korban. "Justru lebih banyak yang menolong dan mengevakuasi (Korban tragedi Kanjuruhan) sampai ke RS itu rata-rata anggota kami," ujarnya kepada wartawan usai menjenguk korban Tragedi Kanjuruhan di RSSA Malang, Kamis (6/10/2022). Menurutnya, beberapa personel TNI yang melakukan tindakan kekerasan saat tragedi Kanjuruhan disebabkan karena terpancing emosi. Pihaknya juga telah melakukan penyelidikan terkait hal itu. Dudung juga menyampaikan, akan memberikan penghargaan kepada anggota TNI Batalion Zipur V yang telah membantu memberikan pertolongan korban saat tragedi Kanjuruhan. "Kami akan memberikan pengha...

Biaya Kereta Cepat Jakarta-Bandung Membengkak


(JAKARTA, MALANGNET) - Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung kembali diterpa hambatan baru. Biaya proyek membengkak dan pihak China dikabarkan meminta Indonesia untuk menutup pembengkakan biaya atau cost over run yang terjadi.

Hal ini diungkapkan Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo, dalam konferensi pers, Selasa (26/7/2022).


"Beberapa waktu lalu disampaikan adanya cost over run. ini setahu saya masih dibahas karena ada permintaan cost overrun ini dicover oleh pemerintah Indonesia," kata Wahyu.



Hanya saja hal ini masih dalam pembahasan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Terkait hal ini, teman-teman dari Kemenkeu baru membahas yang merupakan bagian kewajiban kita untuk kontribusi dalam pembangunan, bukan cost of run," jelas Wahyu.


Pihak PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) juga masih belum mau bicara banyak mengenai hal ini karena masih dalam proses negosiasi.


Dimana sesuai dengan Perpres Nomor 93/2021, besaran cost overrun merupakan keputusan komite kereta cepat yang diketuai oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, hingga Kementerian Perhubungan. Setelah mendapat review dari BPKP.

"Hingga saat ini kami dari PT KCIC masih menunggu keputusan tersebut mengenai sumber pembiayaan. hal tersebut masih dalam tahap negosiasi antara pemegang saham BUMN Indonesia dan Tiongkok. sehingga kami belum bisa berkomentar lebih jauh," kata Sekretaris Perusahaan PT KCIC, Rahadian Ratry, kepada CNBC Indonesia beberapa waktu lalu.


Lantas seberapa besar cost over run ini?


Sebelumnya estimasi biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan sepur cepat ini US$ 5,5 miliar, yang kemudian menjadi pembengkakan menjadi US$ 6,07 miliar.


Namun dari kajian 2021 lalu proyek itu berpotensi naik lagi sekitar US$ 1,17-1,9 miliar. Dimana jumlah pasti pembengkakan akan diumumkan oleh Komite Kereta Cepat yang dipimpin Kemenko Marves.


Pihak Indonesia dan China masih berkomunikasi untuk saling menalangi pembengkakan biaya, meski sudah ada indikasi penolakan dari China.

Sementara untuk target uji coba masih direncanakan pada November 2022 ini dalam rangkaian acara KTT G20. Dimana diagendakan Presiden Joko Widodo akan menjajal bersama Presiden China Xi Jinping.


"Kereta cepat ini dijadikan salah satu tujuan dari kunjungan Presiden China Xi Jinping saat kunjungan G20," kata Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian, Selasa (26/7/2022).

Editor: Tim Malangnet Jakarta 

Komentar