Langsung ke konten utama

Seorang personel TNI menendang salah satu Aremania saat Tragedi Kanjuruhan

  Sumber foto Detikcom Malang - Video seorang personel TNI menendang salah satu Aremania saat Tragedi Kanjuruhan viral di media sosial. Aksi ini mendapat sorotan dari berbagai pihak. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman pun buka suara. Dudung mengatakan, personel yang melakukan tindakan kekerasan lebih sedikit dibanding yang berupaya membantu korban. "Justru lebih banyak yang menolong dan mengevakuasi (Korban tragedi Kanjuruhan) sampai ke RS itu rata-rata anggota kami," ujarnya kepada wartawan usai menjenguk korban Tragedi Kanjuruhan di RSSA Malang, Kamis (6/10/2022). Menurutnya, beberapa personel TNI yang melakukan tindakan kekerasan saat tragedi Kanjuruhan disebabkan karena terpancing emosi. Pihaknya juga telah melakukan penyelidikan terkait hal itu. Dudung juga menyampaikan, akan memberikan penghargaan kepada anggota TNI Batalion Zipur V yang telah membantu memberikan pertolongan korban saat tragedi Kanjuruhan. "Kami akan memberikan pengha...

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten belum temukan kerusakan dampak gempa magnitudo 5,6 di Aceh Jaya


(BERITA1TIK, MALANGNET) - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Jaya, Fajri menyatakan belum menemukan kerusakan bangunan pascagempa bumi magnitudo 5,6 yang mengguncang daerah tersebut pada Ahad sekira pukul 10.03 WIB.

“Petugas masih melakukan pemantauan di lapangan, sejauh ini belum ada informasi kerusakan,” kata Fajri yang dihubungi ANTARA dari Meulaboh, Aceh Barat, Ahad.

Ia mengatakan, gempa yang dirasakan selama beberapa detik tersebut terjadi saat masyarakat di daerah ini sedang beraktivitas.

Fajri juga mengakui saat hentakan gempa bumi terjadi, sebagian masyarakat tidak merasakannya karena gempa bumi terjadi dalam waktu yang sangat singkat.

“Hanya ayunan kecil saja, Alhamdulillah,” katanya.

Fajri menambahkan saat gempa bumi terjadi juga tidak menyebabkan kepanikan di masyarakat Aceh Jaya, karena ayunannya tidak berlangsung dalam waktu yang lama, tuturnya.

Sebelumnya, prakirawan Stasiun BMKG Meulaboh-Nagan Raya, Angga Yudha yang dihubungi terpisah mengatakan gempa bumi magnitudo 5,6 yang mengguncang wilayah Kabupaten Aceh Jaya pada Ahad jelang siang sekira pukul 10.03 WIB, tidak berpotensi terjadinya gelombang tsunami.

"Gempanya terasa sekitar lima detik," kata Angga Yudha.

Ia menjelaskan, gempa bumi yang terjadi di Samudera Indonesia wilayah barat tersebut, berada di kedalaman 56 kilometer di 44 kilometer tenggara Kabupaten Aceh Jaya.

Gempa ini berlokasi di 4,25 Lintang Utara dan 95,70 Bujur Timur, demikian Angga Yudha.

Editor: Tim Berita1tik 

Komentar