Langsung ke konten utama

Seorang personel TNI menendang salah satu Aremania saat Tragedi Kanjuruhan

  Sumber foto Detikcom Malang - Video seorang personel TNI menendang salah satu Aremania saat Tragedi Kanjuruhan viral di media sosial. Aksi ini mendapat sorotan dari berbagai pihak. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman pun buka suara. Dudung mengatakan, personel yang melakukan tindakan kekerasan lebih sedikit dibanding yang berupaya membantu korban. "Justru lebih banyak yang menolong dan mengevakuasi (Korban tragedi Kanjuruhan) sampai ke RS itu rata-rata anggota kami," ujarnya kepada wartawan usai menjenguk korban Tragedi Kanjuruhan di RSSA Malang, Kamis (6/10/2022). Menurutnya, beberapa personel TNI yang melakukan tindakan kekerasan saat tragedi Kanjuruhan disebabkan karena terpancing emosi. Pihaknya juga telah melakukan penyelidikan terkait hal itu. Dudung juga menyampaikan, akan memberikan penghargaan kepada anggota TNI Batalion Zipur V yang telah membantu memberikan pertolongan korban saat tragedi Kanjuruhan. "Kami akan memberikan pengha...

Lanal Tanam 5.000 Bibit Bakau Di Pantai Sabang

 


(BERITA1TIK) - Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Sabang menanam sebanyak 5.000 bibit bakau atau mangrove di pesisir pantai Cot Neuhot Jaboi, Kota Sabang, Provinsi Aceh, sebagai upaya untuk menjaga lingkungan serta ekosistem laut.


Pasintel Lanal Sabang Mayor Laut (T) Rudi Amirudin di Kota Sabang, Selasa, mengatakan bibit mangrove tersebut ditanam pada lahan pesisir pantai Jaboi seluas 5 hektare.


"Kami ingin memberikan wawasan dan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya mangrove bagi kehidupan dan menjaga ekosistem laut,” kata Rudi.

Rudi menyebut kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Mangrove se Dunia, sekaligus momentum HUT ke-77 Republik Indonesia, dengan tema pulih lebih cepat bangkit lebih kuat dan Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali.


Sebelumnya Lanal Sabang juga pernah melakukan penanaman mangrove pada 2018. Tujuan penanaman mangrove juga ini diarahkan pada penyiapan ruang, alat dan kondisi (RAK) juang yang tangguh bagi kepentingan pertahanan negara.


Kata dia, dengan tercapai RAK juang yang tangguh, juga akan menumbuhkan kesadaran pentingnya pelestarian hutan mangrove bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta ketahanan wilayah.

Serta terwujudnya kerjasama yang baik antar komponen bangsa serta terjalinnya kemanunggalan TNI AL dan rakyat," katanya.


Penanaman mangrove kali ini dilaksanakan secara serentak di 77 lokasi jajaran TNI AL di seluruh Tanah Air, yang terpusat di kawasan Mangrove Tanjung Pasir Kecamatan Teluk Naga, Provinsi Banten.


Acara nasional ini mengangkat tema melalui sinergitas penanaman mangrove nasional secara serentak, TNI AL bersama rakyat siap mendukung program penanggulangan bencana dan perubahan iklim global.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah, katanya.


Selain itu, penanaman mangrove ini juga tercatat sebagai rekor MURI, dan bahkan rekor MURI dunia dengan mencatatkan penanaman bibit mangrove sebanyak 1.000.377 bibit secara serentak di 77 lokasi di Indonesia.

Editor: Tim Berita1tik

Sumber: AntaraNews

Komentar