Langsung ke konten utama

Seorang personel TNI menendang salah satu Aremania saat Tragedi Kanjuruhan

  Sumber foto Detikcom Malang - Video seorang personel TNI menendang salah satu Aremania saat Tragedi Kanjuruhan viral di media sosial. Aksi ini mendapat sorotan dari berbagai pihak. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman pun buka suara. Dudung mengatakan, personel yang melakukan tindakan kekerasan lebih sedikit dibanding yang berupaya membantu korban. "Justru lebih banyak yang menolong dan mengevakuasi (Korban tragedi Kanjuruhan) sampai ke RS itu rata-rata anggota kami," ujarnya kepada wartawan usai menjenguk korban Tragedi Kanjuruhan di RSSA Malang, Kamis (6/10/2022). Menurutnya, beberapa personel TNI yang melakukan tindakan kekerasan saat tragedi Kanjuruhan disebabkan karena terpancing emosi. Pihaknya juga telah melakukan penyelidikan terkait hal itu. Dudung juga menyampaikan, akan memberikan penghargaan kepada anggota TNI Batalion Zipur V yang telah membantu memberikan pertolongan korban saat tragedi Kanjuruhan. "Kami akan memberikan pengha...

3 Fakta Terbaru Dugaan Pembunuhan Berencana Brigadir Yosua

 


(MALANG) - Fakta terbaru dugaan pembunuhan berencana Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat yang tewas ditembak Bharada E di rumah dinas Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, telah mengungkap temuan terbaru terkait kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. berikut temuan terbaru yang diungkap Kamaruddin:


1. Klaim Temukan Jejak Digital


Kamaruddin mengaku telah menemukan bukti rekaman elektronik terkait perencanaan pembunuhan. Pada rekaman tersebut memperlihatkan korban sedang menangis ketakutan. Kamaruddin juga menyebut dugaan ancaman terus berlanjut hingga satu hari menjelang kejadian. Penemuan dua handphone milik Brigadir J belum dilakukan pengecekan lebih lanjut.


 


2. Mendapat Ancaman Pembunuhan Sejak Juni


Pengacara tersebut mengungkap bahwa Brigadir J telat mendapatkan ancaman pembunuhan sejak Juni. Ancaman ini didapatkan lewat jejak elektronik, Kamaruddin mengungkapkan, ancaman pembunuhan kepada Brigadir J terjadi pada Juni dan 7 Juli 2022.

3. Polri Dalami Penemuan Jejak Digital


Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, mengklaim pihaknya telah menemukan jejak elektronik dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

Polri juga menyebut jejak digital itu kini tengah didalami oleh tim laboratorium forensik (labfor). Hal ini untuk mencari bukti tambahan penembakan Brigadir Yosua.

Editor: Snowy Ramadhani 

Komentar